Belajar berbicara kepada diri sendiri secara benar adalah suatu upaya spiritual. Sewaktu anda membuat kesalahan, apakah anda sudah dengan penuh rasa cinta berbicara pada diri sendiri dalam pikiran anda, atau anda hanya berhenti sampai disitu saja. Kita perlu membiasakan diri untuk mengenali sisi ketuhanan kita, sedangkan kebiasaan lain mungkin akan membentuk penderitaan.
Bersikap tetap sadar bahwa anda adalah makhluk spiritual selagi anda tetap memainkan peranan anda dalam dunia materi adalah suatu tindakan melepas keterikatan. Perhatikanlah bagaimana indera anda berhubungan dengan pikiran anda. Semua hal negatif yang didapat atau diciptakan oleh indera akan merusak kerja pikiran. Oleh karena itu, untuk menjaga kedamaian pikiran, pergunakan mata, telinga dan mulut anda dengan sangat hati-hati.
Kadang kita harus menggali untuk mendapatkan sifat-sifat baik dari tabiat kita yang telah terbenam dan mendoronganya untuk muncul ke permukaan. Berhenti sebentar dan masuk ke alam ketenangan akan membuat anda mantap melakukan tugas ini.
Jika kedisiplinan berasal dari komitmen pada sasaran spiritual, maka ia akan membawa rasa aman yang kuat. Ini akan menjaga anda untuk terus melangkah menuju kebahagiaan.
Jika anda tidak 100% mencintai tugas anda, jauh di lubuk hati sebenarnya anda merindukan pujian. Rasa rendah hati hanya melihat hal-hal yang baik bagi tugas anda.
Sikap yang luwes adalah kemampuan untuk merubah masalah menjadi guru yang baik.
Seorang ibu yang baik tahu bagaimana mendorong anaknya untuk melakukan sesuatu yang dikehendakinya. Oleh karena itu, jadilah ibu yang baik bagi pikiran anda sendiri. Ajarilah pikiran anda dengan hal-hal positif dan bukan rasa khawatir. Jadi sewaktu anda menyuruh pikiran anda untuk diam, ia akan patuh.
Melepas keterikatan adalah seperti berada dekat dengan sesuatu yang ingin anda lepas dan kemudian memanfaatkannya untuk membuat anda tumbuh berkembang. Sebagaimana anda tidak ingin mengendalikan orang lain, anda juga tidak ingin dikendalikan orang lain. Demikian pula jangan memberi derita pada orang lain sebagaimana pula anda tidak akan mengambil derita dari orang lain.
Kejujuran sebenarnya adalah jujur pada sifat terbaik yang ada dalam diri anda. Ini lebih “jujur” dari pada sekedar mengatakan apa yang ada dalam pikiran anda.
Menolong orang lain, tanp berusaha mempengaruhi pikirannya, memerlukan sifat lemah lembut yang tulus.
Sewaktu anda membangun rumah, setiap batu bata yang dipakai mempunyai peranan. Demikian pula, sewaktu anda membangun sifat, setiap pikiran mengambil peranan. Anda adalah apa yang anda pikirkan. Cinta, kesucian, kedamaian, kebijaksanaan, semakin lama anda berpikir tentang hal-hal ini, semakin anda menyatu dengan sifat-sifat ini.
Carilah paling sedikit satu kebaikan pada setiap orang, tanpa peduli berapa pun keburukan yang tampak dari mata anda. Semakin anda memusatkan perhatian pada kebaikannya, semakin besar kekuatan yang bisa anda berikan kepadanya, semakin cepat pula ia akan berubah.
Pikiran andalah yang membentuk perasaan anda. Untuk menghindari segala perasaan yang sia-sia dan menyakitkan, jangan berpikir tentang hal-hal yang sia-sia dan negatif.
Proses transformasi diri bukanlah proses yang terjadi dengan cepat. Hanya kesabaran yang akan membuat perjalanan ini dapat terselesaikan. Kesabaranlah yang menjaga anda tetap sejuk dan tenang.
7 Comments »
Filed under: Mind